Puisi
Sebuah
Seni untuk Melupa
Aku terjatuh
Di atas bayang-bayangmu
Ku raih genggaman tanganmu
Ku dekap, namun tak lagi utuh
Aku berlari
Mengikis jarak
Di
sela rindu yang pilu
Namun
tetap jauh
Kini
aku dekat
Namun hanya sedekat nadir yang tak pernah
nyata
Menyuarakan sesak yang menggelayuti dada
Terluka, dan aku kecewa
Menantimu yang tak kunjung datang
Mengharapkanmu yang tak kunjung pulang
Ragaku sudah jenuh
Menunggu waktu tuk sebuah temu
Kini
aku memilih pergi
Mengistirahatkan hati yang penuh perih
Menetralkan sepi
Dan aku akan kembali
Comments
Post a Comment